AROMA NIKMAT KOPI ALAM KERINCI


Kerinci Inspirasi (Red). Tanaman Kopi merupakan tanaman yang sangat sering dijumpai di lahan pekarangan penduduk pedesaan di Indonesia terutama didaerah Kerinci. Jika potensi dahsyat ini bisa kita manfaatkan tidaklah sulit untuk menjadikan komoditi ini menjadi andalan di sektor perkebunan. Hanya butuh sedikit sentuhan teknis budidaya yang tepat, niscaya harapan kita optimis menjadi kenyataan.

Hasil produksi pertanian andalan Jambi menjadi yang terbaik di tingkat nasional, yakni kopi Kerinci menjadi salah satu penghasil kopi terbaik tingkat nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Putri Rainun, yang mengemukakan bahwa hasil perkebunan kopi asal Kabupaten Kerinci menjadi sebagai kopi terbaik se - Indonesia.

Penyebaran tanaman kopi di Kerinci dan Kota Sungai Penuh terdapat di berbagai Daerah seperti di Renah Kayu Embun Kecamatan Kumun Debai, Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci, Kecamatan Gunung Kerinci seperti Kayu Aro dan Daerah Siulak Masih banyak masyarakat yang menjadi petani kopi. Pembudidayaan serta pengolahan kopi Kerinci Masih dilakukan para petani dengan cara tradisional serta masih tingginya pengunaan pupuk kimia atau pestisida yang dapat mengurangi kesuburan tanah untuk jangka panjang di kemudian hari.
Pengolahan Kopi Tradisional
                                 
Putri Rainun menambahkan, produksi kopi di Provinsi Jambi pada tahun 2014 lalu, mencapai angka 13.568 ton. Jumlah tersebut meningkat signifikan dari 2012 dan 2011 yang masing–masing hanya sebesar 13.090 ton dan 12.797 ton. “Jumlah produktivitas untuk komoditas kopi di Provinsi Jambi, saat ini mencapai 805 kg/ha untuk jenis kopi Robusta. Untuk jenis Arabica mencapai 581 kg/ha,” ujarnya , Selasa (12/5/2015).
Perkebunan Kopi Gunung Raya

Untuk luas lahan secara keseluruhan, Putri menjelaskan, kopi jenis Robusta di Provinsi Jambi memiliki luas lahan produksi sekitar 25.184 ha, dan untuk jenis Arabica seluas 565 ha. Sementara rata-rata produksinya, kopi jenis Robusta sebesar 12.987 ton/tahun, dan 103 ton/ tahun untuk kopi Arabica. Lebih lanjut dirinya mengatakan, di Jambi sebenarnya ada tiga jenis kopi yang ditanam petani. Ketiga jenis tersebut adalah Robusta, Arabica, dan Liberica. Dari ketiga jenis kopi tersebut, di Kabupaten Merangin merupakan daerah yang paling banyak menghasilkan kopi jenis Robusta, dengan luas lahan sekitar 10.710 ha.

Tanaman kopi arabika memiliki tinggi pohon berkisar 2 sampai 3 meter. Batang pohon berdiri tegak dengan memiliki banyak cabang yang melingkari batang. Warna daun kopi arabika yang masih muda berwarna hijau mengkilap seperti berlapiskan lilin, sedangkan daun yang sudah tua berwarna hijau gelap. Biasanya tanaman mulai berbunga setelah musim hujan, bunganya berwarna putih. Butuh waktu 8 sampai dengan 11 bulan kuncup bunga menjadi buah kopi, tanaman kopi arabika mulai berbuah pada umur 3-4 tahun tanam, namun untuk buah yang pertama kali hasilnya sedikit dan akan berbuah maksimal pada umur 5 tahun ke atas dalam kurun waktu 6-8 bulan.


Sejumlah petani di Kabupaten Kerinci melakukan tumpang sari tanaman kopi muda dengan kentang, kacang tanah, dan cabe. Tujuannya untuk mendapatkan pendapatan tambahan sebelum tanaman kopi mulai produktif. Namun untuk penyediaan bahan tanam, sebagian besar petani masih menggunakan benih lokal yang tidak jelas asal-usulnya. Sehingga produktivitas tanaman kopi milik petani relatif rendah. Oleh sebab itu pemerintah harus betul-betul memberi perhatian yang serius terhadap masyarakat petani kopi Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Pemerintah harus berupaya menarik investor. Investor tersebut diharapkan mendirikan industri pengolahan kopi dan dapat merangsang petani dalam menggunakan bahan tanaman kopi yang unggul dan bermutu. Sebab, investor dapat membantu petani dalam penyediaan bibit unggul, peralatan pertanian, pemupukan serta pencegahan hama dan penyakit.

Hal ini membawa dampak positif bagi petani karena setelah itu petani dapat menjual produknya kepada investor. Hal ini juga membawa dampak positif bagi investor yaitu ketermudahan dalam mendapat bahan baku serta dapat memperlancar pasokan kopi serta dapat meningkatkan nilai penawaran hasil panen para petani.